Tidak Jadi Kuliah Tatap Muka, Mahasiswa Angkatan 20 Ungkapkan Kekecewaan

Liputan dan Berita
Tidak Jadi Kuliah Tatap Muka, Mahasiswa Angkatan 20 Ungkapkan Kekecewaan

Gemajustisia.com - Sehubungan dengan adanya rencana penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara Terbatas pada Semester Ganjil T.A 2021/2022, pada 4 Oktober 2021 Universitas Andalas mengeluarkan Surat Edaran yang berisi tentang Rencana Penyelenggaraan Pembelajaran Kuliah Tatap Muka (PTM) secara terbatas akan dilaksanakan mulai  tanggal 1 November 2021. Hal ini diperuntukkan untuk Mahasiswa Angkatan 2020 atau Mahasiswa Semester 3 di Universitas Andalas.

Hal ini tentu sedikit memberi harapan bahwa Universitas Andalas sepertinya mulai mempersiapkan diri untuk Kuliah Tatap Muka di masa Pandemi Covid-19 setelah Daring hampir 2 tahun lamanya, meski Kuliah Tatap Muka ini masih diperuntukkan kepada Mahasiswa Angkatan tahun 2020.

Ditambah lagi dengan sudah diadakannya Vaksin bersama tahap 1 maupun tahap 2 di lingkup Universitas Andalas yang diperuntukkan kepada Dosen, Mahasiswa dan masyarakat sekitar Universitas Andalas yang semakin mempertebal harapan bahwa Unand sesegera mungkin akan “normal” kembali.

Namun realitanya masing-masing Fakultas yang ada di Unand mempunyai pandangan dan eksekusi yang berbeda-beda dari Surat Edaran Universitas tersebut.

Beberapa Fakultas mengikuti dan memperbolehkan Kuliah Tatap Muka secara terbatas ini, beberapa Fakultas tetap melaksanakan kuliah daring.

Fakultas yang memperbolehkan Kuliah Tatap muka rata-rata merupakan Fakultas eksak yang notabene banyak melakukan mata kuliah praktek yang tidak bisa dilakukan secara daring, sedangkan Fakultas yang soshum lebih memilih untuk tetap daring dengan dalih tanpa Kuliah Tatap Muka pun Perkuliahan tetap bisa berlanjut dan dilakukan karena tidak adanya praktik dan segala macamnya.

Salah satu fakultas yang tetap memilih dan mengambil keputusan yang berbeda dari Surat Edaran Universitas adalah Fakultas Hukum.

Pada 25 Oktober 2021 Fakultas Hukum Unand mengeluarkan Surat Pemberitahuan hasil rapat Pimpinan Fakultas Hukum dengan Kepala Bagian mengenai mata kuliah apa saja yang diperbolehkan untuk Kuliah Tatap Muka. Beberapa Mata Kuliah tersebut adalah sebagai berikut :

1.      Praktik Peradilan Mahkamah Konstitusi

2.      Praktik Peradilan Tata Usaha Negara

3.      Praktik Peradilan Pidana

4.      Praktik Peradilan Perdata.

Ke-empat mata kuliah diatas notabene merupakan mata kuliah yang sedang dipelajari oleh Mahasiswa Angkatan tahun 2019 atau Mahasiswa Semester 5.

Dengan adanya surat pemberitahuan ini, banyak kemudian Mahasiswa Angkatan 2020 yang merasa kecewa dan dilema dalam satu waktu.

Dikarenakan surat pemberitahuan ini dinilai terlalu lama di umumkan. Padahal bisa saja hal ini diberitahu lebih awal. Karena terhitung sudah banyak Mahasiswa Angkatan 2020 yang sudah Menetap di Padang sejak adanya Surat Edaran Universitas tersebut.  Sebab jarak surat Edaran Universitas dengan Surat Pemberitahuan Fakultas ini terpaut hampir satu bulan. Jadi bisa kita simpulkan sudah hampir satu bulan pula mahasiswa-mahasiswa ini menetap di Padang. Yang notabene berasal dari Luar Provinsi Sumatera Barat.

Beberapa dari mereka juga sudah mengeluarkan banyak biaya demi mempersiapkan Kuliah Tatap Muka tersebut. Mulai dari biaya Kos pertahun maupun per 6 (enam) bulan beserta barang-barang yang didalamnya, biaya hidup selama di Padang, bahkan ada yang membawa Sepeda motor dengan dipaketkan yang tentu biaya pengirimannya tidak sedikit. Semua itu dilakukan untuk mempersiapkan Kuliah Tatap Muka tadi.

“Agak kecewa sih, karna fadhikal udah siapin secara matang, dari segi urusan untuk perkuliahan sampe juga barang-barang yang lain udah dibawak jauh-jauh termasuk motor juga udah dipaketin lewat kargo indah, total biaya mungkin sudah mayan besar sama juga dikal udah bayar kosan selama 1 tahun tapi nyatanya gini.” Ucap Fadhikal Zakyal salah satu Mahasiswa Angkatan 2020  Fakultas Hukum Unand yang berasal dari Bengkulu yang mengutarakan kekecewaannya karena Surat Pemberitahuan Fakultas tersebut.

Ella Deviani yang juga merupakan Mahasiswa Angkatan tahun 2020 Fakultas Hukum unand juga mengutarakan kekecewaan yang sama. Ella membeberkan “Kecewa banget, karena udah berharap offline malah gajadi, nah ini permasalahan nya satu lagi  teman-teman yg diluar Sumbar pun khususnya yang di Fakultas Hukum sudah banyak yang di Padang. Bahkan sudah dari Minggu kemaren, sudah ada beberapa orang juga yg udah mesan tiket pesawat buat ke Padang namun dibatalkan, karna gak jadi offline nah jadi untuk yang diluar propinsi yang udah di Padang kemungkinan gak pulkam lagi soalnya kos udah di bayar, ada juga yang udah bayar biaya Panjar kos yg diluar provinsi itu ke Padang juga, karna kata mereka rugi jika kos yg sudah dibayar tidak ditempati.”

Keduanya mengungkapkan kekecewaan dan dilema yang sama yang mungkin mewakili semua Mahasiswa Angkatan 2020 di Fakultas Hukum. Keduanya juga mengungkapkan bahwa kalau saja pemeberitahuan tersebut lebih cepat di publikasi kan maka beberapa keluhan yang mereka utarakan tadi tidak akan terjadi atau bisa di minimalisir kerugiannya.




Reporter : Wilin Putri Arifa

 

0 Comments

Leave a Reply