Responsif PPKM: “BEM NM FHUA Lakukan GEBRAK”

Liputan dan Berita
Responsif PPKM: “BEM NM FHUA Lakukan GEBRAK”

Gemajustisia.com - Kementerian Sosial dan Masyarakat BEM NM FHUA menginisiasi Gerakan Bantu Rakyat (GEBRAK) di sekitaran lingkungan Universitas Andalas, Sabtu (28/08/2021). Kegiatan ini bertujuan untuk membantu UMKM dan Mahasiswa yang terkena dampak langsung pandemi COVID-19 dan PPKM.

Staf Kemensosmas BEM NM FHUA Memyambangi Mahasiswa Terdampak Pandami dan Kebijakan PPKM, Sabtu (28/08/2021).

Bayu Fadli Irmawan selaku Presma mengungkapkan, “Sasaran utama dari kegiatan ini adalah pedagang di lingkungan Universitas Andalas dan Mahasiswa yang sedang kesulitan ekonomi serta masih berada di kos sampai saat ini.”

“GEBRAK merupakan kegiatan yang lebih responsif kepada isu yang ada selama PPKM. Kemungkinan, kegiatan akan dilakukan kembali setelah melihat isu-isu PPKM yang nantinya menjadi acuan untuk terus melakukan kegiatan GEBRAK,” tutur Bayu.

Bantuan yang diberikan dalam kegiatan GEBRAK berbentuk sembako yang didistribusikan kepada pedagang, Mahasiswa yang tengah isoman, serta Mahasiswa yang berada di kos dan terkena dampak langsung PPKM.

BEM NM FHUA Berdiskusi Dengan Pedagang dan Pelaku UMKM Terdampak Pandemi dan Peliburan Kampus, Sabtu (28/08/2021).

Untuk mengetahui Mahasiswa yang tengah dalam masa isoman, Kementerian SOSMAS BEM NM FHUA melakukan survei melalui google form untuk mendata Mahasiswa yang membutuhkan bantuan, sehingga penerima bantuan tidak melenceng dan dianggap tepat.

Dalam kegiatan ini, Kementerian SOSMAS
tidak mengalami kendala dalam pengumpulan dana, pengumpulan data, maupun penyalurannya.

“Setelah banyak berdiskusi dengan pedagang kaki lima dan Mahasiswa yang berada di sekitar Universitas Andalas, kebijakan PPKM sangat berdampak kepada ekonomi masyarakat dan kehidupan Mahasiswa. Pendapatan pelaku usaha berkurang dan kegiatan Mahasiswa menjadi sangat terbatas,” ujar Menteri Sosial dan Masyarakat, Prima Angelina Invani.

PPKM yang telah diselenggarakan dari bulan Juli 2021 memang membawa banyak dampak kepada masyarakat dari golongan ekonomi menengah ke bawah. Dampak tersebut juga dirasakan oleh pemilik UMKM dan Mahasiwa.

Pembatasan kegiatan oleh pemerintah selama masa PPKM membuat para pelaku usaha kecil kesulitan dalam memenuhi ekonomi mereka, bantuan dari pemerintah pun terkesan tidak merata karena masih banyak pelaku usaha kecil yang belum mendapatkannya.

“BEM NM FHUA mendukung segala upaya yang dilakukan pemerintah, terutama di bidang kesehatan dan penanggulangan COVID. Namun, BEM NM FHUA melihat banyaknya masyarakat yang terkendala akibat PPKM sehingga munculah ide responsif untuk membantu masyarakat dan Mahasiswa di sekitar Universitas Andalas.,” ujar Bayu.

Mentri Sosial dan Masyarakat, menyebutkan bahwa kebijakan pemerintah harusnya bisa lebih memperhatikan rakyat, jangan sampai solusi yang dikeluarkan untuk mengatasi satu masalah malah menimbulkan masalah baru.

 

Reporter:
Nur Sakinah Lubis
Delvi Husna

0 Comments

Leave a Reply