PKM Fakultas Hukum Mulai Ramai, Gairah Berorganisasi Kembali Dirasakan

Liputan dan Berita
PKM Fakultas Hukum Mulai Ramai, Gairah Berorganisasi Kembali Dirasakan

Gemajustisia.com - Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Fakultas Hukum Unand sudah mulai dibuka dan aktif semenjak perkuliahan tatap muka terbatas dimulai. Terlihat beberapa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) seperti Studio Merah, Gema Justisia, BEM, Justicia Sport Club (JSC), Mapala Green Justice, LPI-FHUA, dan unit kegiatan lainnya meramaikan kegiatan keorganisasian di PKM.

Meskipun sampai saat ini baik Unand maupun Fakultas Hukum masih membatasi kegiatan mulai dari pukul 08.00 – 18.00 WIB, aturan ini tidak menghentikan semangat berorganisasi yang kembali di bangun oleh mahasiswa.

Hal ini diungkapkan Raihan Gumanti (Koordinator Umum Studio Merah), ketika Gema temui di Sekretariat Studio Merah. “Pastinya dengan dibukanya PKM dan kegiatan lainnya, suasana di PKM ini terasa hidup. Yang biasanya dari beberapa bulan yang lalu kita mengadakan kegiatan secara online. Jadi dengan dibukanya PKM, ramainya kawan-kawan di Sekre masing-masing."

Pernyataan senada juga diungkapkan Bayu Irmawan (Presiden BEM NM FHUA). Ia mengatakan bahwa pada dasarnya PKM merupakan tempat mahasiswa berkegiatan dan melakukan aktivitas keorganisasian, diskusi, dan lain-lain. “Kedepannya kegiatan seperti panggung dialektika, FGD, akan dilakakun melihat gairah organisasi sudah kembali muncul pada PKM saat ini”, tutur Bayu.

Sebelumnya juga diadakan gotong-royong yang di inisiasi oleh Forum Komunikasi (FORKOM) NM FHUA, pada Jum’at (12/11).  UKM-UKM, khususnya yang berkegiatan di PKM bahu membahu dalam membersihkan dan menata kembali PKM – yang dalam beberapa tahun kebelakang belum ada goro seperti ini.

“Beberapa barang yang masih berserakan di samping PKM, karena kemarin ada pemindahan alat-alat yang rencananya akan dipindahkan ke Gudang di belakang, dan akan dibagi sesuai keperluan nantinya”, ungkap Raihan menjelaskan beberapa barang yang masih berserakan sehabis goro kemarin.

Walau saat ini PKM sudah lebih bersih dari sebelumnya, masih ada masalah ketika hujan lebat melanda wilayah sekitaran Unand. Karena aliran air yang terhambat akibat Fakultas membuat parkiran di samping PKM, jadinya hal itu membuat aliran air naik ke PKM.

Juga tanah tempat PKM berdiri lebih rendah dari yang ada diluar. Akibatnya PKM sering mengalami kebanjiran, dan menjadi kotor kembali.

Raihan Gumanti selaku warga PKM berharap pihak Fakultas bisa menyelesaikan masalah ini. “Harapannya, pihak Fakultas bisa nantinya untuk memotong aliran air yang masuk ke PKM yang ada di dekat musholla, untuk dialirkan ke selokan yang ada dibawah, agar air itu ndak berputar disekitaran sini saja.

Selain masalah banjir, fasilitas-fasilitas lain masih dirasakan kurang oleh mahasiswa. Seperti fasilitas sampah yang belum memadai, alat kebersihan, dan terutama sarana penunjang komunikasi seperti WiFi. BEM dalam hal ini mengaku telah coba mengkomunikasikan hal ini dengan pihak pimpinan Fakultas dan akan terus mengevaluasi kekurangan kedepan.

Terakhir, Bayu (Presma FHUA) mewakili warga PKM yang lain berharap, agar gairah keorganisasian ini akan terus ada di tengah pandemi covid-19 dan perkuliahan yang masih dilakukan secara terbatas. “Kalau bisa ini bertahan malahan ditingkatkan”, tegas Bayu.

 

Reporter: Nurul Khalifa, Rara Melly S.

Editor: Dharma Harisa

0 Comments

Leave a Reply