Mooting Class ALSA LC UNAND Bahas Peradilan Anak

Liputan dan Berita
Mooting Class ALSA LC UNAND Bahas Peradilan Anak

Gemajustisia.com - ALSA LC Unand selenggarakan Alsa Mooting Class yang dengan mengangkat tema ‘How Criminal Justice Of Children is Implemented In Indonesia’, Sabtu (09/10/2021).

Peradilan anak yaitu keseluruhan proses penyelesaian perkara anak berhadapan dengan hukum mulai dari tahap penyeledikan hingga pembimbingan setelah menjalani pidana, ucap Edita Elda salah seorang narasumber.

Sedangkan  yang disebut sebagai “Anak” adalah seseorang yang belum berusia sebelum 18 tahun termasuk anak didalam kandungan.

“Ketentuan pidana hanya berlaku ketika upaya sanksi hukum lain tidak efektif dalam menindaklanjuti kerusakan yang ditimbulkan” jelas Edita.

“Didalam sistem peradilan anak tidak dapat dipungkiri bahwa ada beberapa kebimbangan mengenai pelaksanaanya baik itu pengaruhnya pada anak korban ataupun terhadap anak sebagai pelaku” Jelas Eldita lebih lanjut.

“Oleh sebab itu penegak hukum dan lembaga terkait harus benar-benar memperhatikan ketepatan penerapan aturan-aturan mengenai perlindungan anak serta sistem peradilan pidana anak (SPPA) yang mengatur sistem peradilan anak sedemikian rupa secara khusus.”

Secara internasional Indonesia tunduk pada konvensi-konvensi perlindungan anak dan dielaborasi dengan peraturan nasional diantaranya UU No.3/1997 Tentang Pengadilan Anak dan dicabut dengan UU No.11/2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Narasumber lain yaitu Titin Triana yang juga Advokat Khusus Anak Di Indragiri Hilir Provinsi Riau menerangkan:

“Anak yang berhadapan dengan hukum akan didampingi oleh lawyer khusus anak juga orangtua dan ditempatkan di penempatan khusus anak” ujar Titin.

Penempatan khusus anak ini berad di tiga tempat, yaitu LPKA (Lembaga Pembinaan Khusus Anak), LPAS (Lembaga Penempatan Anak Sementara), Dan LPKS (Lembaga Penyelenggaran Kesejahteraan Sosial).

Sistem Peradilan Pidana Anak merupakan keseluruhan proses penyelesaian perkara anak berhadapan dengan hukum, mulai tahap penyelidikan hingga pembimbingan setelah menjalani pidana.

Tujuan pidana ini bukan hanya sekedar memberikan efek jera tetapi juga memperhatikan dampak-dampak pelaksanaan aturan pidana pada anak dan juga memperhatikan Kesehatan psikologis pada anak. Anak adalah generasi penerus bangsa yang mesti dilindungi dan diberikan hak-haknya demi kehidupan generasi kedepannya yang lebih baik lagi.

 

Reporter: Alieni Wirantia, Desvana Gia Ilahi

0 Comments

Leave a Reply