Dari Penolakan Sampai Harapan Presiden, Drama Panjang PTN-BH Universitas Andalas

Liputan dan Berita
Dari Penolakan Sampai Harapan Presiden, Drama Panjang PTN-BH Universitas Andalas

Gemajustisia.com - Universitas Andalas (Unand) Sumatera Barat, resmi berubah status menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH). Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 95 tahun 2021 tentang PTN BH Unand, serta diundangkan pada tanggal 31 Agustus 2021, melalui Lembaran Negara Tahun 2021 Nomor 203. Salinan Peraturan Pemerintah itu diterima oleh Rektor Unand Prof. Yuliandri, pada tanggal 3 September 2021.

Perubahan status itu menjadi kado istimewa dalam rangka Dies Natalis Unand ke-65 pada 13 September 2021 kemarin. Yuliandri selaku rektor unand mengatakan Unand menjadi universitas ke-13 di Indonesia yang menjadi PTN BH. Sebelumnya ada ITB, ITS, IPB, UGM, UI, Unpad, Unair, Undip, USU, UNS, Unhas dan UPI.

Yuliandri menyampaikan dengan status Unand sebagai PTN BH, maka ada sejumlah keuntungan yang diperoleh seperti hak otonomi baik di bidang akademik, maupun non akademik, termasuk kemandirian tata kelola dan pengambilan keputusan yang dimiliki oleh PTN BH. Kemudian pengaturan yang terkait dengan sistem pengelolaan, sistem penjaminan mutu serta pengelolaan aset dan keuangan PTN- BH.

Hanya saja, di balik keuntungan itu kata Yuliandri, dibalik bukan berarti PTN BH tidak memiliki kelemahan. Antara lain, pemerintah akan mengurangi dana subsidi PTN. “Namun, kita diberikan kebebasan untuk mencari dana lebih lanjut dari pihak swasta untuk melaksanakan kegiatan kampus untuk pengembangan infrastruktur dan lainnya,” jelas Yuliandri.

Yuliandri mengatakan perjuangan Unand untuk menjadi PTN BH memiliki waktu yang lama sejak 2015. Saat itu Unand, dipimpin Rektor Werry Darta Taifur. Kemudian berlanjut saat Unand dipimpin Rektor Tafdil Husni dan lalu baru terealisasi saat Unand dipimpin Rektor Yuliandri.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Universitas Andalas sebagai perguruan tinggi pertama yang didirikan untuk pertama kalinya di pulau Sumatera, harus dapat memperkuat penelitian di bidang inovasi yang berkelanjutan dan berkontribusi untuk solusi untuk memecahkan persoalan-persoalan bangsa. Jokowi mengungkapkan hal itu pada peringatan Dies Natalis ke-65 Universitas Andalas, Senin (13/9/2021). Peringatan Dies Natalis tahun ini mengusung tema “Unand PTNBH Sebagai Penggerak Kolaborasi Indonesia Maju”.

Harapan Jokowi untuk Universitas Andalas adalah kampus yang didirikan dengan visi yang sangat maju yakni mempertinggi kecerdasan bangsa Indonesia dalam berbagai ilmu pengetahuan untuk mewujudkan kejayaan bangsa. Dengan pondasi yang kuat dan visi yang maju, Jokowi meminta Universitas Andalas untuk mengambil peran yang signifikan dalam merespon disrupsi besar-besaran yang melanda bangsa. Caranya adalah dengan menjadikan Unand sebagai penggerak kolaborasi menuju Indonesia maju.

“Dalam mengarungi tantangan disrupsi, Universitas Andalas harus terus mengembangkan ekosistem pembelajaran yang adaptif dan inovatif. Memperkuat riset inovasi yang berkelanjutan, serta berkontribusi memberikan solusi dalam memecahkan persoalan-persoalan bangsa,” jelasnya.

Kepala Negara juga meminta, Unand harus menjadi pusat pengembangan SDM unggul dengan memberikan ruang dan kesempatan yang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk mengembangkan talentanya. Terlebih pada era seperti saat ini, menurut Jokowi, pihak kampus harus memfasilitasi mahasiswa untuk belajar dengan cara yang lebih inovatif.

“Universitas Andalas harus bisa memfasilitasi mahasiswa untuk belajar kepada siapapun, di manapun, dan tentang apapun, serta mengundang talenta-talenta hebat di luar kampus baik dari kalangan praktisi maupun profesional untuk menjadi pengajar dan mentor para mahasiswa,” papar Presiden kelahiran Solo tersebut.

Dalam menjalani proses tersebut, Jokowi menjelaskan perlu adanya jejaring dan kolaborasi. Termasuk kerjasama organisasi-organisasi praktisi yang harus terus didorong. Selain itu, kolaborasi dengan para praktisi seperti dengan para pelaku industri juga diminta untuk terus digarap. Dalam hal ini, pihak kampus bisa mengemasnya dalam berbagai bentuk program mulai dari mentoring mahasiswa, fasilitas magang, hingga memperbanyak tenant-tenant industri dalam kampus.

“Dalam bergerak maju, Universitas Andalas tidak boleh melupakan akar kerakyatan dan karakter kebangsaan. Memperkuat kampus sebagai benteng persatuan, rumah bersama untuk memperkuat kesadaran tentang kebhinekaan,” tutur Jokowi.

Terakhir, Universitas Andalas harus bisa berperan sebagai penjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan begitu, Universitas Andalas akan menjadi sumbu penggerak kolaborasi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa serta mewujudkan kemajuan masyarakat bangsa dan negara.

 

Reporter: Rahmalia Adha

0 Comments

Leave a Reply