Bahas Kendala dan Hubungan Antar LPM, Broca FK-UA Kunjungi Gema Justisia

Liputan dan Berita
Bahas Kendala dan Hubungan Antar LPM, Broca FK-UA Kunjungi Gema Justisia

Gemajustisia.com - Diujung masa kepengurusan akhir kali ini, UKM Broca Fakultas Kedokteran Unand mengadakan kunjungan secara virtual dengan Gema Justisia pada hari Minggu (14/2/2021).
Dalam kunjungan yang bertajuk silaturahmi ini, UKM Broca dan Gema Justisia saling bertukar ide dan gagasan mengenai kinerja selama kepengurusan, masalah, dan peran pers mahasiswa di lingkungan fakultas maupun universitas pada masa pandemi.
Pembahasan juga termasuk mengenai kegiatan ke depan yang akan dilakukan oleh kedua LPM baik secara internal maupun eksternal. Acara yang berlangsung selama satu setengah jam ini terbilang menarik, kedua LPM saling bertanya secara rinci mengenai hal-hal yang dianggap baru bagi masing-masing LPM.
Kegiatan silaturahmi ini dimulai dengan kegiatan pembukaan acara oleh Broca, lalu dilanjutkan dengan pembacaan doa, serta kata sambutan dari pimpinan umum kedua LPM. Setelahnya,  dilanjutkan dengan sesi pengenalan UKM disambung sesi diskusi/tanya jawab yang cukup hangat seputar pers kampus dan politik kampus di masing-masing fakultas.
“Kami dari UKM Broca, ingin mengetahui kendala apa saja yang dihadapi LPM Gema Justisia terkait dengan kepengurusan pers di lingkungan kampus selama ini “, ungkap Salsabila Syafna, Pemimpin Umum UKM Broca.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Dharma Harisa sebagai Pimpinan Redaksi Gema Justisia mengatakan, “Sebenarnya setiap UKM memiliki kendala dalam pengorganisasian, termasuk Gema Jsutisia. Kendala yang ada tiap tahunnya adalah kurang berpartisipasinya anggota pers dalam merespons setiap kegiatan yang akan dilakukan”, jawab Haris dengan nada rendah.
Turut menimpali jawaban Haris, yang ditambahkan oleh Randy Handika, Pemimpin Umum Gema Justisia, “Kami sebagai lembaga pers tidak memaksakan teman-teman anggota LPM Gema Justisia untuk membuat berita, ikut liputan ataupun kegiatan lain tekait dengan pers. Karna kami juga menganggap organisasi ini bersifat kekeluargaan, kesadaran dari para anggota lah yang selalu kami harapkan”, tambahnya.
Pertanyaan juga diajukan oleh Gema Justisia kepada Broca mengenai pencantuman simbol BEM pada embel-embel Broca, yang dimana seharusnya sebuah lembaga pers haruslah bersikap independen, dan tidak berada di bawah naungan lembaga lain seperti BEM. Mendengar pertanyaan itu, Salsabila sebagai perwakilan Broca memberikan penjelasan.
“Sebenarnya seluruh UKM di Fakultas Kedokteran memakai simbol BEM. Di fakultas kami, setiap urusan yang akan dilaksanakan akan dinaungi oleh sebuah regulasi atau undang-undang yang dalam hal ini proses administrasinya juga telah diatur. Namun kami sebagai lembaga pers tetap menjalankan kegiatan dengan independen serta tetap kritis terhadap suatu hal yang kami anggap tidak sesuai atau salah." terang Salsabila.
Ketika membahas mengenai kerjasama yang akan dilakukan oleh kedua LPM, Gema Justisia memberikan opsi kerja sama terhadap kegiatan apa saja yang bisa dilakukan oleh Broca dengan Gema Justisia, namun karena ada beberapa alasan, hal itu belum jelas akan ada tindak lanjutnya.
Terakhir, kegiatan silahturahmi ini diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan dari pihak Broca ke LPM Gema Justisia berupa sertifikat penghargaan sebagai pengingat hubungan antar kedua LPM.

Penulis: Wilyan Gusthof

0 Comments

Leave a Reply